Pembangunan ekonomi merupakan bagian yang integral dari proses yang berkelanjutan untuk mencapai tujuan jangka panjang meningkatkan kemajuan dan kemakmuran bangsa serta kesejahteraan bagi segenap penduduknya di dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia. Undang-undang Dasar Republik Indonesia Tahun 1945 menegaskan bahwa perekonomian nasional diselenggarakan berdasar atas demokrasi ekonomi. Demokrasi ekonomi menjadi dasar penyelenggaraan perekonomian nasional, yang berarti produksi dikerjakan oleh semua.

Pemerintah Kota Malang memiliki komitmen yang kuat untuk mengembangkan ekonomi yang berbasis potensi lokal.   Kota ini sejak lama telah membangun ikon/image tribina cita, yakni kota pendidikan, industri dan  pariwisata.

Keberadaan ekonomi kerakyatan yang jumlahnya sangat besar di Malang namun masih belum mampu mengapresiasi kebijakan pemerintah pusat. Akibatnya meskipun ekonomi berjalan pesat dan mengalami pertumbuhan yang tinggi ternyata banyak rakyat yang belum sejahtera. Untuk mengantisipasi kondisi tersebut maka Koperasi Serba Usaha (KSU) Faza Az-Zahra berusaha memerankan perannya dalam mengimplementasikan pembangunan ekonomi khususnya ekonomi kerakyatan yang berbasis pada keunggulan lokal.

Kebutuhan Kota Malang dalam pemberdayaan dan pengembangan ekonomi rakyat sejalan dengan upaya-upaya sejenis di tingkat nasional. Terlebih dampak dari krisis ekonomi, khususnya di sektor riil masih belum pulih secara memuaskan. Untuk itu perlu adanya totalitas usaha yang terintegrasi dengan membuat perencanaan yang menyeluruh dan terpadu untuk mensinergikan potensi yang ada, dari swasta, pemerintah maupun masyarakat, khususnya dalam pemberdayaan dan pengembangan ekonomi rakyat.

Peran ekonomi rakyat dalam ekonomi Kota Malang masih sulit diprediksi. Namun demikian beberapa analisis makroekonomi dapat memberi petunjuk kasar.  Kota Malang dengan PDRB  11.8 triliun (data tahun 2006, harga berlaku),  terdiri share pertanian 0.49%, industri pengolahan 36.5%, jasa-jasa 14.39%, dan sektor lainnya 48.61%. Ekonomi rakyat, yang diperankan oleh UMKM, koperasi, dan sektor informal mengisi sebagian besar industri pengolahan, jasa-jasa dan sektor lainnya.  Dengan asumsi dari 10 pelaku, 8 orang di antaranya adalah UMKM, koperasi, dan sektor informal, maka 80% ekonomi lokal diperankan oleh ekonomi rakyat.

Kebutuhan akan pemberdayaan dan pengembangan ekonomi rakyat makin mendesak karena upaya percepatan pertumbuhan ekonomi belum nampak hasilnya.  Pada tahun 2005, rata-rata pertumbuhan ekonomi Kota Malang hanya sekitar  4.29%. Hanya dengan pertumbuhan di atas 7%, UMKM, koperasi, dan sektor informal akan menikmati manfaat, seperti halnya pengalaman RRC yang tumbuh hingga di atas 9% dalam periode lima tahun terakhir.

Kesiapan KSU Faza Az-Zahra dalam mengembangkan konsep ekonomi rakyat dengan melakukan kajian di lapangan sejak tahun 2007 yang menunjukkan hasil bahwa telah ditemukan empat kelompok sektor sebagai model pengembangan ekonomi lokal berbasis ekonomi kerakyatan, yakni :

Sektor unggulan antara lain: Industri pengolahan dan kerajinan dari kulit, Industri barang dari karet dan plastik, Industri barang-barang dari kertas dan karton, Industri tepung segala jenis, Industri kayu dan rotan, dan Industri pengolahan dan pengawetan;

Sektor potensial, meliputi: Jasa Perorangan dan rumah tangga;

Sektor sedang berkembang meliputi jasa-jasa perusahaan, Industri rokok,  Bangunan, Industri obat-obatan dan jamu, Restoran, Industri pakaian jadi,  Industri makanan minuman,  Industri makanan lainnya serta jasa kemasyarakatan lainnya;

Sektor belum berkembang antara lain: koperasi simpan pinjam, jasa penunjang angkutan, sewa bangunan,  jasa penunjang keuangan lainnya, jasa hiburan, jasa kesehatan, sapi potong, jasa penunjang komunikasi, angkutan darat lainnya.

KSU Faza Az-Zahra mencoba menerapkan Model Kemitraan  Pengembangan Ekonomi Kota Malang. Kemitraan adalah suatu pendekatan untuk merangsang dan mendorong pengembangan ekonomi lokal yang bertujuan untuk mengintegrasikan industri kecil & menengah yang kurang berkembang melalui penguatan kemitraan antara produsen dengan pasar di tingkat lokal, nasional dan internasional. Model ini berupaya meningkatkan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan melalui penjalinan kerjasama antar semua komponen (pemerintah, pelaku usaha, lembaga keuangan/bank dan profesional serta stakeholder lainnya dalam suatu komunitas yang bertumpukan pada pemanfaatan sumberdaya lokal secara optimal, sehingga mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat di Kota Malang