DSC00981Di era yang semakin maju saat ini, media komunikasi menjadi alat yang fital sebagai sarana penyebaran informasi. Salah satunya adalah radio. Radio merupakan salah satu media penyampaian informasi yang tepat dan efektif, karena dekat dengan masyarakat.

Berhubungan dengan kegiatan Pembinaan Lembaga Penyiaran tahun 2015, Bidang Sarana Komunikasi dan Diseminasi Informasi (SKDI) Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Malang berencana mendirikan radio yang akan diawali dengan radio streaming. Namun untuk menambah pengetahuan mengenai cara dan proses pendirian serta pengelolaan dan managemen radio, maka Bidang SKDI Diskominfo Kota Malang pun memutuskan untuk melakukan studi banding ke beberapa daerah yang memiliki radio yang dikenal sangat baik dalam pengelolaannya.

Pada Selasa dan Rabu, 29-30 September 2015, Bidang SKDI Diskominfo Kota Malang melakukan studi banding di dua daerah yakni Kota Mojokerto dan Kota Madiun.

Dimulai pada 29 September 2015, rombongan dari Diskominfo Kota Malang yang terdiri dari Kepala Bidang, Kepala Seksi, dan Staf dari Bidang SKDI dan seorang pengamat seni di Kota Malang melakukan studi banding ke Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika Kota Mojokerto. Sambutan hangat dari jajaran Dishubkominfo Kota Mojokerjo pun menyambut kedatangan rombongan dari Diskominfo Kota Malang.

DSC00976
Penyerahan Cinderamata Kepada Dishubkominfo Kota Mojokerto

Disana para rombongan disambut langsung oleh Bapak Modjari selaku Sekretaris Dishubkominfo Kota Mojokerto, dan Bapak Luki Subono selaku Kepala Bidang Media Cetak Modern (MCM) yang juga membidangi dan menangani masalah radio di Kota Mojokerto.

Kasi Penyiaran dari Diskominfo Kota Malang pun mengajukan pertanyaan mengenai bagaimana proses pendirian radio di Dishubkominfo Kota Mojokerto. Bapak Luki selaku kabid yang menangani masalah radio pun menjelaskan mengenai awal mula pendirian radio.

Menurut bapak Luki LPPL atau Lembaga Penyiaran Publik Lokal yang ada di Kota Mojokerto merupakan pengembangan dari radio yang dahulunya sudah ada. Dalam awal pendirian LPPL langkah awal yang harus ditempuh adalah melengkapi dan memenihi persyaratan dan izin-izin dalam pendirian radio barulah radio bisa berjalan.

Pada tahun 2006, persyaratan termasuk akte pendirian cukup menggunakan SK Kepala Daerah, namun pada tahun 2008 direvisi dengan harus memenuhi Perda. Kemudian pada tahun 2012 baru mendapatkan Rekomendasi Kelayakan (RK).

Untuk pembinaan lembaga penyiaran di Kota Mojokerto sendiri dilakukan oleh KPID dan Balmon karena Dishubkominfo tidak memiliki kewenangan untuk mengawasi dan melakukan pembinaan terhadap radio.

DSC00986
Rombongan Dishubkominfo Kota Malang megunjungi Radio Gema FM Kab. Mojokerto

Dishubkominfo Kota Mojokerto pun memberikan saran kepada Diskominfo Kota Malang untuk membuat pijakan hukum terlebih dahulu sebelum mendirikan radio. Dengan adanya pijakan hukum maka dalam menjalankan radio kita masih memiliki kekuatan dan perlindungan hukum.

Setelah melakukan sesi tanya jawab, rombongan dari Diskomnfo Kota Malang pun diperkenankan untuk melihat proses penyiaran di LPPL radio Gema FM. Setelah tiba disana, kami pun diajak untuk melakukan siaran langsung bersama Gema FM.

Dari studi banding di Kota Mojokerto, kami pun semakin yakin untuk segera mendirikan radio, karena dengan banyaknya program-program pemerintah yang perlu untuk disampaikan kepada masyarakat, radio menjadi salah satu solusi yang efektif.